Sempat Panik Dikira Hilang Dicuri, Sepeda Motor Warga Blora Ini Rupanya Dipindah Kakak Sendiri
Sempat Dikira Hilang, Motor Warga Tunjungan Blora Ternyata Hanya Dipindah Sang Kakak
BLORA – Layanan cepat Call Center Yanpol 110 Kepolisian Resor (Polres) Blora kembali menerima aduan masyarakat terkait dugaan kriminalitas pencurian sepeda motor. Namun, setelah dilakukan penelusuran oleh petugas, peristiwa tersebut hanyalah kesalahpahaman karena kendaraan tersebut dipindahkan oleh pihak keluarga sendiri, Senin (22/06/2026) malam.
Laporan dugaan kehilangan ini pertama kali masuk ke operator Call Center 110 sekitar pukul 19.57 WIB dari seorang warga bernama Emalia Nurrohmah, yang berdomisili di Desa Adirejo, Kecamatan Tunjungan. Pelapor melaporkan bahwa sepeda motor Honda Beat warna hitam miliknya dengan nomor polisi K 6054 GY telah hilang dari tempat semula.
Merespons aduan serius tersebut, operator Call Center 110 langsung berkoordinasi dengan petugas piket Pamapta 1 Polres Blora dipimpin Ipda Dean Yudha Pradana, S.Tr.I.K., yang kemudian segera meneruskan informasi ke Polsek Tunjungan guna pengecekan lapangan secara cepat.
Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono, S.H., membenarkan adanya aduan tersebut dan menjelaskan bahwa situasi kini telah klir.
“Setelah menerima laporan aduan dari warga mengenai indikasi pencurian sepeda motor di Desa Adirejo, Kecamatan Tunjungan, petugas piket langsung bergerak melakukan tindak lanjut. Namun, setelah dilakukan penelusuran dan pengecekan, diketahui bahwa sepeda motor tersebut tidak hilang dicuri,” ungkap AKP Midiyono.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, kendaraan tersebut ternyata hanya dipindahkan oleh kakak kandung pelapor sendiri ke area depan rumah tetangganya tanpa memberitahu terlebih dahulu, sehingga sempat memicu kepanikan dan dikira hilang.
Kasihumas Polres Blora mengapresiasi kesigapan personel serta respons cepat sistem Call Center 110 dalam menanggapi setiap kekhawatiran warga. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memastikan kembali situasi di lingkungan keluarga sebelum melaporkan kejadian guna menghindari kesalahpahaman serupa.
