{"id":13134,"date":"2026-10-21T15:27:25","date_gmt":"2026-10-21T08:27:25","guid":{"rendered":"https:\/\/tribratanewsblorajateng.com\/?p=13134"},"modified":"2026-10-21T15:27:25","modified_gmt":"2026-10-21T08:27:25","slug":"kapolres-blora-hadiri-jagongan-sarungan-hari-santri-nasional-2026-tegaskan-santri-sebagai-mitra-strategis-polri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tribratanewsblorajateng.com\/index.php\/2026\/10\/21\/kapolres-blora-hadiri-jagongan-sarungan-hari-santri-nasional-2026-tegaskan-santri-sebagai-mitra-strategis-polri\/","title":{"rendered":"KAPOLRES BLORA HADIRI JAGONGAN SARUNGAN HARI SANTRI NASIONAL 2026, TEGASKAN SANTRI SEBAGAI MITRA STRATEGIS POLRI"},"content":{"rendered":"<ol>\n<li>\n<blockquote><p>BLORA \u2013 Kapolres Blora AKBP Inggal Widya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si., menghadiri kegiatan Jagongan Sarungan dalam rangka Hari Santri Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blora. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Blora, Jalan Dr. Sutomo Nomor 48, Kelurahan Tempelan, Kecamatan Blora, Rabu (21\/10\/2026), mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai.<\/p><\/blockquote>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain Kapolres Blora, hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.I.P., M.Si., Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Blora Roziqun, S.Ag., M.Pdi., Kasat Intelkam Polres Blora Iptu Agus Wibowo, dan Kabag Kesra Setda Kabupaten Blora Mujo Sugiyono, S.Pd., M.Pd. Turut hadir pula para Kepala KUA se-Kabupaten Blora serta para kiai dan ulama Kabupaten Blora.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Blora Roziqun menyampaikan terima kasih kepada Bupati Blora atas dukungan yang selama ini diberikan dalam bidang pendidikan pesantren, serta kepada Kapolres Blora yang berkenan hadir dan memberikan paparan materi. Ia menjelaskan bahwa Kementerian Agama kini memiliki direktorat jenderal yang khusus menangani pondok pesantren, sebagai wujud komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan pendidikan di lingkungan pesantren. Menurutnya, tema &#8220;jagongan&#8221; dipilih agar kegiatan berlangsung lebih sederhana sehingga keakraban semakin meningkat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman dalam sambutannya menyampaikan kegembiraannya dapat hadir dan berharap kegiatan ini membawa manfaat bagi semua pihak. Ia menyampaikan bahwa pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren merupakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan pendidikan di pondok pesantren. Atas dasar itu, Pemerintah Kabupaten Blora berkomitmen meningkatkan kualitas pesantren di Blora, di antaranya dengan rencana studi banding. Bupati juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Blora memiliki program &#8220;sekolah sambil ngaji&#8221; yang diperuntukkan khususnya bagi sekolah negeri dari jenjang SD sampai SMA, dengan harapan para lulusan minimal dapat membaca Juz Amma. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan peran pesantren dan santri sehingga memiliki daya saing dan keunggulan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sementara itu, K.H. Muharor Ali dalam sambutannya mengingatkan peran dan jasa para kiai dalam memperjuangkan, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan, termasuk ikut merancang undang-undang. Karena itu, pemerintah memberikan apresiasi besar dengan menetapkan Hari Santri. Menurutnya, selain pawai dan apel, peringatan Hari Santri sebaiknya diisi pula dengan istigasah dan doa bagi para kiai yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Ia berharap peringatan ini meningkatkan keimanan, kepedulian terhadap negara, dan ukhuwah demi menjaga keutuhan bangsa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pada kesempatan tersebut, Kapolres Blora AKBP Inggal Widya Perdana memaparkan materi. Ia menyampaikan terima kasih kepada Kemenag atas kesempatan bersilaturahmi dengan para kiai, dan menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk menggurui, melainkan untuk sowan memohon bimbingan dan doa dari para kiai dan sesepuh di Kabupaten Blora.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kapolres menjelaskan bahwa peringatan Hari Santri tidak terlepas dari Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang dicetuskan Hadratussyekh KH. Hasyim Asy&#8217;ari bersama para ulama, yang menegaskan bahwa membela tanah air adalah kewajiban. &#8220;Dari sana kita belajar bahwa agama dan kebangsaan tidak pernah dipertentangkan, melainkan saling menguatkan,&#8221; ujar Kapolres. Ia menambahkan bahwa pesantren telah lama membangun karakter bangsa melalui pendidikan agama, akhlak, kedisiplinan, semangat kebangsaan, dan pengabdian kepada masyarakat. Banyak tokoh bangsa, pemimpin daerah, bahkan anggota Polri lahir dari didikan pesantren. Karena itu, santri dan pesantren merupakan mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, mencegah konflik sosial, menangkal intoleransi, serta menghadirkan lingkungan yang aman dan damai. Hal inilah yang dimaksud dengan semboyan &#8220;Santri untuk Negeri, Bersama Polri&#8221;.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kapolres juga memaparkan sejumlah tantangan yang perlu dihadapi bersama, yaitu:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>1. Polarisasi sosial, berupa perbedaan pandangan politik, pilihan organisasi, dan pemahaman keagamaan yang berpotensi menimbulkan perselisihan.<\/p>\n<p>2. Kerentanan generasi muda, berupa penyalahgunaan narkoba, kekerasan, eksploitasi, dan pengaruh pergaulan yang merugikan.<\/p>\n<p>3. Ancaman ruang digital, berupa hoaks, ujaran kebencian, provokasi, perundungan siber, dan penyebaran paham kekerasan.<\/p>\n<p>4. Potensi konflik sosial, berupa kesalahpahaman antarwarga akibat komunikasi yang buruk dan informasi yang tidak terverifikasi.<\/p>\n<p>5. Perubahan zaman, yang menuntut santri menguasai ilmu agama, pengetahuan umum, teknologi, dan keterampilan hidup tanpa kehilangan akhlak serta jati diri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut Kapolres, Hari Santri merupakan momentum meningkatkan kerukunan sebagai fondasi persatuan dan keamanan, melalui penguatan ukhuwah, pengembangan toleransi, pengutamaan musyawarah, dan penolakan terhadap provokasi. Ia menegaskan bahwa santri hari ini adalah pemimpin Indonesia di masa depan, sehingga perlu ada komitmen bersama memberikan rasa aman dan nyaman bagi santri di pondok pesantren, yakni melindungi dari kekerasan, mencegah peredaran narkoba dan kenakalan remaja, serta memastikan santri berani melapor apabila mengetahui atau mengalami kekerasan di pondok pesantren, dengan tetap menjaga kerahasiaan dan keselamatan korban maupun pelapor.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Di akhir paparannya, Kapolres menyampaikan bahwa Polres Blora berikhtiar menjalankan empat peran strategis, yaitu mendorong komunikasi rutin dengan ulama, mengoptimalkan deteksi dini terhadap potensi konflik sosial, mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, dan humanis dalam penyelesaian masalah, serta menjadikan pesantren sebagai ruang pendidikan akhlak, toleransi, dan cinta tanah air.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan dialog bersama para kiai dan ulama. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan tertib.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>*(Humas Polres Blora)*<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BLORA &ndash; Kapolres Blora AKBP Inggal Widya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si., menghadiri kegiatan Jagongan Sarungan dalam rangka Hari Santri Nasional<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13135,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-13134","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tribratanewsblorajateng.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13134","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tribratanewsblorajateng.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tribratanewsblorajateng.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tribratanewsblorajateng.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tribratanewsblorajateng.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13134"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/tribratanewsblorajateng.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13134\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13136,"href":"https:\/\/tribratanewsblorajateng.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13134\/revisions\/13136"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tribratanewsblorajateng.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13135"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tribratanewsblorajateng.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13134"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tribratanewsblorajateng.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13134"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tribratanewsblorajateng.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13134"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}