Kakorbinmas Baharkam Polri Resmi Tutup Pelatihan Satpam Gada Pratama Baznas Blora, 60 Peserta Siap Kerja ke Jakarta
BLORA – Kepala Korps Binmas (Kakorbinmas) Baharkam Polri, Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., secara resmi menutup Pendidikan dan Pelatihan Satpam Kualifikasi Gada Pratama Baznas Kabupaten Blora. Upacara penutupan yang khidmat ini berlangsung di Pendopo Alun-alun Kabupaten Blora, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dirbinmas Polda Jateng Kombes Pol. Siti Rondhijah, S.Si., M.Kes., Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, jajaran Forkopimda, Ketua Baznas Blora H. Ahmad Sutaat, S.Pd., serta perwakilan PT Surya Artha Wiguna selaku mitra pelaksana.
Pelatihan yang berlangsung selama sembilan hari, sejak 7 hingga 15 Juli 2026 ini, diikuti oleh 60 peserta. Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Baznas Kabupaten Blora dan PT Surya Artha Wiguna untuk mencetak tenaga pengamanan yang kompeten. Setelah dinyatakan lulus, seluruh peserta dijadwalkan langsung bertolak ke Jakarta untuk mulai meniti karier di dunia kerja.
Dalam amanatnya, Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol. Mardiyono menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran pelatihan ini hingga dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif. Ia menekankan bahwa berakhirnya pelatihan ini merupakan awal dari tanggung jawab besar sebagai anggota satpam yang profesional.
“Pelatihan Gada Pratama adalah dasar pembentukan keterampilan dan kemampuan awal. Para peserta telah dibekali pengetahuan, sikap, kesamaptaan fisik, dan pemahaman tugas dasar pengamanan. Semua materi ini tidak boleh hanya dipahami di ruang kelas, tetapi harus diterapkan dalam tugas sehari-hari,” ujar Irjen Pol. Mardiyono.
Jenderal bintang dua tersebut juga memberikan lima penekanan penting sebagai pedoman bagi para anggota satpam baru: menjadikan profesi ini sebagai kehormatan dengan menghindari segala bentuk pelanggaran hukum; menerapkan ilmu pengaturan hingga penanganan awal potensi gangguan; meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini; membangun sinergi kuat dengan kepolisian; serta selalu responsif namun tidak arogan dalam memberikan pelayanan.
“Jadilah satpam yang tegas dalam bertindak namun tetap humanis dalam bersikap. Berani mencegah kesalahan, tetapi tetap taat pada aturan dan batas kewenangan. Identitas profesi harus selalu diimbangi dengan kompetensi dan tanggung jawab. Semoga ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang telah diperoleh dapat menjadi bekal berharga untuk bekerja secara profesional di ibu kota,” tegas Irjen Pol. Mardiyono sebelum secara resmi menutup diklat pada pukul 09.26 WIB.
Upacara penutupan ini juga dirangkaikan dengan pelepasan tanda peserta secara simbolis, pengucapan Kode Etik Satpam, penyerahan sertifikat bagi siswa berprestasi, penyaluran bantuan dari Baznas Blora, serta prosesi pelepasan keberangkatan para peserta menuju Jakarta.
