Berita

Respons Cepat, Polsek Randublatung Amankan Jalur Longsor Saat Pengurukan Swadaya oleh Warga

BLORA – Personel Polsek Randublatung melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di Jalan Raya Randublatung-Kradenan, tepatnya di wilayah Desa Pilang, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Selasa (10/02/2026) malam. Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan pengguna jalan saat warga setempat melakukan pengurukan tanah longsor secara swadaya.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 19.00 WIB tersebut melibatkan alat berat berupa ekskavator (bego) untuk memindahkan material tanah guna menutup titik longsor. Mengingat lokasi tersebut merupakan jalur utama yang cukup padat, kehadiran petugas kepolisian menjadi krusial untuk mencegah terjadinya kemacetan maupun kecelakaan.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Randublatung Iptu Sugiyanto, S.H., menyampaikan apresiasinya atas inisiatif warga Desa Pilang yang secara mandiri melakukan perbaikan demi kepentingan umum.

“Malam ini personel kami siagakan di lokasi untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas (Gaktur Lalin). Fokus kami adalah memastikan aktivitas alat berat dalam proses pengurukan tanah longsor berjalan lancar tanpa mengganggu mobilitas masyarakat yang melintas,” ujar Iptu Sugiyanto.

Petugas pelaksana di lapangan, Aiptu Paino dan Aipda I Gede Amang, terlihat sibuk mengatur sistem buka-tutup jalan di sekitar titik pengurukan. Sinergi antara kepolisian dan warga terlihat sangat baik, di mana masyarakat bekerja melakukan pengurukan sementara polisi menjaga keamanan jalur.

“Pengurukan ini murni inisiatif dan swadaya warga sekitar yang peduli dengan kondisi jalan. Kami dari Polsek Randublatung wajib hadir untuk memberikan rasa aman dan memastikan pengerjaan ini selesai dengan tertib,” tambah Kapolsek.

Hingga kegiatan berakhir, arus lalu lintas di jalur Randublatung-Kradenan dilaporkan kembali normal dan lancar. Kondisi tanah yang sebelumnya longsor kini telah tertutup urukan, sehingga risiko kecelakaan bagi pengendara, terutama pada malam hari, dapat diminimalisir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *