Tanah Longsor Nglajo Meluas, Polsek Cepu Bersama Tim Gabungan Tinjau Lokasi dan Evakuasi Warga
CEPU – Kondisi pergeseran tanah di lingkungan Nglajo, Kelurahan Cepu, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, kian memprihatinkan. Menanggapi situasi yang semakin membahayakan, Bhabinkamtibmas Polsek Cepu bersama BPBD Kabupaten Blora, Babinsa, dan Pemerintah Kelurahan setempat melakukan peninjauan intensif di lokasi terdampak, Selasa (03/02/2026).
Bencana yang bermula sejak November 2025 ini dilaporkan mengalami pergerakan susulan pada Senin (02/02) kemarin. Akibatnya, sejumlah dinding rumah warga roboh dan menimpa bangunan di sekitarnya. Tak hanya merusak hunian, jalan lingkungan di wilayah RT 03 dan 04 RW 08 tersebut mengalami amblas hingga kedalaman sekitar 2 meter.
Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Cepu AKP Edi Santosa, S.H., M.H., menyatakan bahwa keselamatan jiwa warga adalah prioritas utama saat ini mengingat kondisi tanah yang masih sangat labil.
“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan pihak Kelurahan untuk memantau pergerakan tanah yang semakin meluas ini. Anggota kami di lapangan, Aipda M Arifin, telah memberikan imbauan tegas kepada warga yang masih bertahan agar segera mengungsi, terutama saat hujan deras turun, demi menghindari jatuhnya korban jiwa,” tegas AKP Edi Santosa.
Berdasarkan data di lapangan, dari total 16 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak sejak awal bencana, 10 KK kini masih menempati Rusunawa sebagai tempat relokasi sementara, 1 KK mengungsi ke keluarga di Kecamatan Kedungtuban, dan 3 warga telah mendapatkan bantuan program RTLH Baznas untuk relokasi mandiri. Namun, masih terdapat 5 KK yang sebelumnya memilih bertahan karena merasa rumahnya layak huni, kini mulai terancam akibat kerusakan yang kian parah.
Dalam peninjauan tersebut, Kalur Cepu Eki Novita Mayasari bersama tim gabungan juga menyerap aspirasi warga. Masyarakat setempat berharap pemerintah segera mengambil langkah teknis untuk memutus rantai bencana ini.
“Warga sangat mengharapkan adanya pembangunan talud penahan tanah di sepanjang aliran sungai untuk mencegah pergeseran semakin melebar. Selain itu, mereka meminta kejelasan terkait skema bantuan tempat tinggal jangka panjang bagi warga yang rumahnya sudah hancur total,” ungkap Bhabinkamtibmas Kelurahan Cepu, Aipda M Arifin, saat mendampingi tim BPBD di lokasi.
Situasi di lokasi saat ini terus dipantau oleh petugas gabungan. Pihak kepolisian mengimbau agar area retakan tanah dikosongkan dari aktivitas warga untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban akibat bangunan roboh secara tiba-tiba.
