Tanamkan Disiplin di Tengah Ops Keselamatan Candi 2026, Ratusan Siswa TK dan PAUD Se-Kecamatan Blora Serbu Mapolres Blor
BLORA – Momentum Operasi Keselamatan Candi 2026 dimanfaatkan Kepolisian Resor (Polres) Blora untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada generasi penerus. Markas Polres Blora mendadak ramai oleh keceriaan ratusan anak dari jenjang TK dan PAUD se-Kecamatan Blora yang mengikuti program Polisi Sahabat Anak (Polsanak), Selasa (03/02/2026).
Kehadiran anak-anak ini menjadi bagian dari strategi edukatif dalam rangkaian Operasi Keselamatan Candi 2026, guna mengenalkan sosok polisi sebagai pelindung sekaligus memberikan pendidikan keselamatan jalan raya sejak usia dini.
Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Binmas AKP Khoirun, menjelaskan bahwa edukasi kepada anak usia dini merupakan langkah preventif jangka panjang yang sejalan dengan tujuan operasi kepolisian yang sedang berlangsung.
“Bertepatan dengan pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026, kami sengaja mengundang anak-anak TK dan PAUD untuk mengenalkan Polres Blora sekaligus memberikan pendidikan lalu lintas. Harapannya, mereka tidak hanya paham aturan secara mendasar, tetapi juga bisa menjadi ‘polisi’ bagi orang tuanya dengan mengingatkan untuk selalu memakai helm atau sabuk pengaman saat berkendara,” terang AKP Khoirun.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak mengenal rambu-rambu lalu lintas melalui metode bermain dan bernyanyi. Petugas juga mengenalkan berbagai unit kendaraan dinas serta peralatan tugas kepolisian untuk menghapus kesan menakutkan pada sosok polisi.
AKP Khoirun menambahkan bahwa melalui Ops Keselamatan Candi ini, Polri ingin mengedepankan sisi humanis. Dengan mengenal polisi lebih dekat, diharapkan muncul rasa cinta terhadap institusi Polri serta terbangun kesadaran disiplin yang kuat dalam diri anak-anak sejak dini.
Kegiatan Polsanak ini diakhiri dengan simulasi menyeberang jalan yang benar, yang dipandu langsung oleh personel Satuan Lalu lintas. Melalui pendekatan ini, Polres Blora berharap angka pelanggaran lalu lintas di masa depan dapat terus ditekan melalui pendidikan karakter yang dimulai dari usia emas.
