Berita

Polres Blora Catat Tren Kejahatan 2025: Curanmor Mendominasi, Kasus Narkoba Capai Ratusan Juta Rupiah

BLORA – Kepolisian Resor (Polres) Blora menggelar konferensi pers akhir tahun 2025 di Aula Iwan Ibrahim, Senin (29/12). Dalam paparan tersebut, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., membedah capaian kinerja kepolisian selama setahun terakhir, mulai dari situasi kamtibmas hingga pengungkapan kasus menonjol.

Secara umum, AKBP Wawan menyebutkan bahwa situasi Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, dan Keamanan (Idpoleksoskam) di wilayah hukum Kabupaten Blora sepanjang tahun 2025 terpantau stabil tanpa adanya gejolak signifikan. Namun, dari sisi penegakan hukum, kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) masih menjadi tantangan utama.

Berdasarkan data yang dirilis, tercatat sebanyak 68 kejadian curanmor terjadi selama tahun 2025. Angka ini mendominasi statistik kriminalitas di Blora, disusul oleh kasus penipuan dan penggelapan (tipu gelap) sebanyak 24 kasus, pencurian dengan pemberatan (curat) 17 kasus, serta pencurian biasa (curbis) 11 kasus.

“Data kriminalitas kita sepanjang 2025 memang didominasi oleh curanmor. Kami terus berupaya melakukan langkah-langkah preventif maupun represif untuk menekan angka ini ke depannya,” ujar AKBP Wawan Andi Susanto di hadapan para awak media.

Di sektor lalu lintas, Polres Blora mencatat adanya 536 kasus kecelakaan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan pemetaan titik rawan, kecelakaan didominasi di jalur-jalur tengkorak seperti wilayah Sambong (Pojok Watu), sepanjang jalan Blora-Cepu (kawasan Jepon), serta jalur Blora-Rembang tepatnya di Desa Medang.

Sementara itu, prestasi cukup mencolok terlihat pada pengungkapan kasus narkotika. Satresnarkoba Polres Blora berhasil mengungkap 15 kasus dengan total barang bukti mencapai 125,23 gram. Jika dikonversi ke nilai rupiah, barang haram tersebut diperkirakan bernilai Rp125 juta dengan estimasi Rp1 juta per gram.

Kapolres pun menitipkan pesan khusus kepada awak media untuk turut serta mengedukasi masyarakat terkait bahaya penyalahgunaan narkoba. “Kami meminta bantuan rekan-rekan media melalui pemberitaan masing-masing untuk terus mengimbau warga akan bahaya mengonsumsi narkotika dan obat terlarang. Peran media sangat krusial dalam upaya pencegahan ini,” tegasnya.

Menghadapi tahun 2026, AKBP Wawan telah menyiapkan strategi khusus untuk menjaga kondusivitas wilayah, salah satunya dengan mengintensifkan patroli skala besar dan memperkuat koordinasi antar stakeholder terkait. Selain fokus pada kriminalitas, Polres Blora juga menunjukkan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana melalui pembentukan Tim Bhayangkara Tanggap Bencana.

“Tim ini dibentuk untuk respons cepat jika terjadi bencana. Sebagai contoh, saat terjadi kecelakaan air beberapa waktu lalu yang merenggut lima korban jiwa, tim kami langsung terjun melakukan pencarian dan evakuasi bersama instansi terkait,” pungkas Kapolres Blora.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *