Berita

Petani di Randublatung Ditemukan Meninggal Tersengat Listrik Jebakan Tikus, Polisi Langsung Olah TKP

BLORA – Respon cepat ditunjukkan jajaran Polsek Randublatung Polres Blora saat menerima laporan adanya warga yang meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik jebakan tikus di area persawahan Desa Temulus, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Rabu (24/12/2025) petang.

Korban diketahui berinisial L (50), seorang petani setempat yang ditemukan tergeletak tak bernyawa di sawah miliknya sendiri sekira pukul 18.15 WIB. Korban pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya yang merasa curiga karena sang ayah belum kembali ke rumah hingga hari gelap.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Randublatung Iptu Sugiyanto, S.H., membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya langsung meluncur ke lokasi sesaat setelah menerima laporan dari Kepala Desa setempat.

“Begitu menerima laporan, kami bersama Kanit Reskrim, tim medis dari Puskesmas Randublatung, serta instansi terkait langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan awal,” terang Iptu Sugiyanto.

Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, ditemukan luka bakar pada telapak tangan kanan, dada, serta jari telunjuk korban. Posisi korban saat ditemukan masih memegang kawat bendrat yang dialiri listrik untuk menghalau hama tikus. Polisi menduga korban terpeleset saat sedang memantau sawahnya lalu secara tidak sengaja memegang kawat beraliran listrik tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan tim medis yang dipimpin oleh dr. Didik, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Luka yang ada murni akibat sengatan listrik bertegangan tinggi. Korban diperkirakan meninggal dunia di lokasi tak lama setelah kejadian,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, Polsek Randublatung juga mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya kawat bendrat sepanjang 2 meter, satu buah tang, serta batang bambu yang digunakan sebagai penyangga kawat listrik.

Setelah proses olah TKP selesai, pihak kepolisian bersama pemerintah desa menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga. Keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi lebih lanjut.

Iptu Sugiyanto juga memberikan imbauan tegas kepada para petani di wilayah Randublatung agar tidak menggunakan aliran listrik sebagai alat jebakan tikus karena sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa. “Kami terus mengimbau warga agar mencari metode lain yang lebih aman dalam membasmi hama, agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *